Gaya Kimono Mahasiswa Harajuku: Eksperimen Sayana & Lisa yang Ikonik!

Terakhir Diperbarui: 8 Januari 2026 | Waktu baca: 7 menit


Artikel Reviu: Dualitas Kreativitas Kimono di Jalanan Harajuku

Harajuku selalu menjadi "kanvas" bagi para mahasiswa untuk mengekspresikan diri tanpa batas. Kali ini, kita bertemu dengan Sayana dan Lisa, dua mahasiswa berusia 20 tahun yang berhasil mencuri perhatian melalui interpretasi unik mereka terhadap kimono. Keduanya menunjukkan bahwa pakaian tradisional Jepang tidak hanya milik masa lalu, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya hidup urban yang sangat modern melalui teknik layering dan penggunaan barang resale.

Sayana: Estetika Urban Minimalis dengan Sentuhan Kimono

Sayana hadir dengan gaya yang cenderung edgy dan minimalis. Dengan potongan rambut bob hitam yang tajam, ia mengenakan kimono jacket berwarna krem (beige) hasil perburuan di toko resale. Uniknya, ia memadukan elemen tradisional tersebut dengan hoodie jacket hitam dari Uniqlo. Kombinasi antara jaket kimono yang longgar dengan penutup kepala dari hoodie memberikan siluet streetwear yang sangat kental.

Sayana melengkapi bawahannya dengan rok hitam resale dan ikat pinggang bergaris (striped belt) yang memberikan struktur pada tampilannya. Detail kecil namun mencolok terlihat pada penggunaan kaus kaki warna kuning mustard yang menyembul dari sepatu kulit lace-up hitamnya. Pilihan tas jatuh pada canvas tote bag dari Coen berwarna hitam, menciptakan kesan praktis bagi seorang mahasiswa namun tetap terlihat stylish. Gaya Sayana adalah bukti bahwa barang high-street seperti Uniqlo bisa bertransformasi menjadi high-fashion jika dipadukan dengan item vintage yang tepat.



Lisa: Ledakan Warna dan Tekstur Handmade

Berbeda dengan Sayana yang cenderung gelap, Lisa tampil dengan gaya yang lebih ceria dan penuh tekstur. Dengan rambut twin buns berwarna peach yang keriting, Lisa tampak seperti karakter dari majalah mode eksperimental. Ia mengenakan kimono bermotif floral (floral print) dari toko resale sebagai lapisan luar.

Di balik kimononya, Lisa melakukan teknik layering yang sangat detail. Ia mengenakan gaun rajut (knit dress) beige dari GU di atas blus putih dengan bagian lengan melebar (flared cuffs). Bagian lengannya yang mencuat dari kimono memberikan dimensi visual yang cantik. Untuk bagian pinggang, Lisa mengenakan sabuk obi berwarna cokelat dan oranye, yang menyatukan seluruh skema warna pakaiannya.

Aksesori Lisa adalah bagian yang paling menarik karena sebagian besar adalah hasil buatan tangan (handmade). Mulai dari jepit rambut bertatahkan hiasan, syal rajut warna-warni, hingga tas serut rajut yang juga buatan tangan. Penampilannya ditutup dengan kaus kaki floral dan sepatu pointy loafers berbahan suede cokelat. Gaya Lisa adalah perayaan terhadap kreativitas personal dan apresiasi terhadap barang-barang kerajinan tangan.




Trend Kimono Resale di Kalangan Gen-Z

Apa yang ditunjukkan oleh Sayana dan Lisa adalah tren yang sedang berkembang pesat di Tokyo: penggunaan kimono bekas (resale) sebagai pengganti jaket atau outerwear biasa. Bagi generasi muda Jepang, kimono bukan lagi pakaian yang "suci" dan hanya dipakai setahun sekali. Kimono telah menjadi elemen mode yang fleksibel.

Sayana menunjukkan sisi maskulin-minimalis, sementara Lisa mengeksplorasi sisi feminin-maksimalis. Keduanya menggunakan brand lokal yang terjangkau seperti GU dan Uniqlo, namun berhasil membuatnya terlihat eksklusif melalui padu padan yang berani. Inilah inti dari Harajuku Style: tidak peduli berapa harga pakaianmu, yang terpenting adalah bagaimana kamu menceritakan kepribadianmu melalui pakaian tersebut.


Kesimpulan

Sayana dan Lisa adalah representasi dari dinamisme Harajuku. Melalui perpaduan antara kimono resale, brand retail modern, dan aksesori handmade, mereka berhasil menciptakan gaya yang segar dan menginspirasi. Bagi pembaca J-Lover, eksperimen mereka mengajarkan kita untuk tidak takut mencampur elemen tradisional dengan pakaian sehari-hari yang kita miliki di lemari.


Referensi / Daftar Pustaka

  1. Kawamura, Y. (2012). Fashioning Japanese Subcultures. Berg Publishers.
  2. Tokyo Fashion Snaps. (2024). Street Style: The Resale Kimono Movement.
  3. Uniqlo Japan Official. Winter Collection: Styling the Classic Hoodie. [uniqlo.com]
  4. GU Japan. Knitwear Series: Layering Basics for Students. [gu-global.com]
  5. Instagram Style Feed. Sayana (@username_placeholder) - Harajuku Lookbook.
  6. Japan Vintage Society. The Art of Collecting and Styling Resale Kimono.
  7. Coen Official Store. Canvas Tote Bag Series: Functionality in Fashion.

Post a Comment

0 Comments