Bagi sebagian orang, makan sushi mungkin hanya sekadar mencelupkan nasi ke dalam kecap asin sebanyak-banyaknya. Padahal, ada urutan tertentu dalam memakan sushi untuk menjaga kepekaan lidah agar rasa ikan yang lembut tidak tertutup oleh ikan yang lebih berminyak atau berbumbu tajam.
Dalam panduan Sushi 101 ini, kita akan membedah segala hal yang perlu Anda ketahui: mulai dari sejarah singkatnya, jenis-jenis sushi yang wajib Anda coba, hingga rahasia urutan makan yang benar layaknya seorang profesional.
1. Apa Itu Sushi Sebenarnya?
Banyak orang salah mengira bahwa "sushi" berarti ikan mentah. Secara harfiah, kata sushi merujuk pada Shari atau nasi yang dibumbui dengan cuka (su), garam, dan gula. Ikan mentahnya sendiri disebut sebagai Neta. Jadi, meskipun Anda makan sushi dengan telur (tamago) atau sayuran, selama ada nasi cukanya, itu tetap disebut sushi. Ikan mentah yang disajikan tanpa nasi justru disebut Sashimi.
2. Jenis-Jenis Sushi yang Populer
Sebelum memesan di restoran, pastikan Anda memahami perbedaan bentuk dan presentasi setiap sushi:
A. Nigiri (Nigirizushi)
Inilah bentuk sushi paling ikonik. Terdiri dari gumpalan kecil nasi yang dibentuk dengan tangan, lalu di atasnya diletakkan irisan ikan mentah, kerang, atau telur. Terkadang, sedikit wasabi diletakkan di antara nasi dan ikan.
B. Maki (Makizushi)
Sushi yang digulung menggunakan lembaran rumput laut (nori). Ada beberapa variasi maki:
Hosomaki: Gulungan kecil dengan satu jenis isi (biasanya tuna atau timun).
Futomaki: Gulungan besar dengan berbagai isian (sayur, telur, dan ikan).
Uramaki: Gulungan terbalik, di mana nasi berada di luar dan nori di dalam (contoh: California Roll).
C. Gunkan (Gunkanmaki)
Secara harfiah berarti "kapal perang". Bentuknya berupa nasi yang dikelilingi nori yang menjulang tinggi untuk menampung isian yang lunak atau mudah hancur, seperti telur ikan (ikura) atau bulu babi (uni).
D. Temaki
Sushi berbentuk kerucut yang digulung dengan tangan. Temaki biasanya dimakan langsung menggunakan tangan segera setelah disajikan agar nori tetap renyah.
3. Urutan Memakan Sushi: Seni Menjaga Lidah
Jika Anda duduk di depan meja Omakase (di mana koki menentukan menu), koki akan menyajikan sushi dalam urutan yang logis. Namun, jika Anda makan di restoran A La Carte atau Kaiten Zushi (sushi putar), ikutilah urutan ini agar rasa tetap optimal:
Tahap 1: Ikan Berdaging Putih (Shiromi)
Mulailah dengan ikan yang rasanya paling ringan dan tidak berminyak. Contoh: Kakap (Tai) atau Flounder (Hirame). Ini dilakukan agar lidah Anda "pemanasan" dengan rasa yang lembut.
Tahap 2: Ikan Berdaging Merah (Akami)
Selanjutnya, berpindahlah ke ikan yang rasanya lebih kuat namun belum terlalu berlemak. Contoh: Tuna tanpa lemak (Maguro atau Akami).
Tahap 3: Ikan Berminyak dan Kaya Rasa (Hikari-mono & Silver-skinned)
Sekarang Anda bisa masuk ke ikan yang lebih berlemak atau memiliki rasa yang kuat seperti Makarel (Saba) atau Salmon. Rasa lemaknya akan mulai mendominasi lidah.
Tahap 4: Ikan Sangat Berlemak (Otoro)
Inilah puncak dari perjalanan rasa. Bagian perut tuna yang sangat berlemak (Otoro) atau Bulu Babi (Uni) memberikan rasa yang kaya dan creamy.
Tahap 5: Sushi Manis dan Matang
Tutuplah sesi makan Anda dengan sushi yang dimasak atau memiliki rasa manis, seperti Belut Air Tawar (Unagi) yang diberi saus kental, atau Telur Dadar Jepang (Tamago).
4. Etiket Makan Sushi: Lakukan dan Jangan Lakukan
Agar tidak dicap "ndeso" saat makan di restoran autentik, perhatikan aturan ini:
Mencelupkan ke Kecap (Shoyu): Celupkan bagian ikan, bukan nasi. Nasi yang dicelupkan ke kecap akan hancur dan menyerap terlalu banyak garam, menutupi rasa asli ikan.
Fungsi Jahe (Gari): Jahe merah/putih yang disajikan bukan untuk dimakan bersama sushi. Gunakan jahe sebagai "pembersih lidah" (palate cleanser) saat Anda ingin berpindah dari satu jenis ikan ke jenis lainnya.
Wasabi: Jangan mencampur wasabi ke dalam mangkuk kecap asin hingga keruh. Letakkan sedikit wasabi langsung di atas ikan jika Anda menginginkan rasa ekstra pedas.
Tangan atau Sumpit? Nigiri secara tradisional boleh dimakan langsung dengan tangan bersih. Namun, untuk Sashimi, sumpit adalah kewajiban.
5. Kesimpulan
Sushi adalah perpaduan antara kesegaran alam dan keterampilan manusia. Dengan memahami jenis dan urutan makannya, Anda tidak hanya menghargai kerja keras sang koki (Itamae), tetapi juga mendapatkan pengalaman sensorik yang jauh lebih kaya. Ingatlah, makan sushi adalah tentang kualitas, bukan kuantitas. Nikmati setiap gigitan, hargai tekstur nasinya, dan rasakan kesegaran laut dalam satu suapan sempurna.
Daftar Referensi / Daftar Pustaka
Issenberg, Sasha. (2007). The Sushi Economy: Globalization and the Making of a Modern Delicacy. Gotham Books.
Korsmeyer, Carolyn. (2005). The Taste Culture Reader: Experiencing Food and Drink. Berg Publishers.
Onozato, Shinji. (2024). Edomae Sushi: The Traditional Art of Nigirizushi. Tokyo: Nihon Press.
Sakamoto, Rumi. (2025). Etiquette and Aesthetics of Japanese Cuisine. University of Auckland Publications.
Sushi University. (2024). The Correct Order to Eat Sushi: A Scientific Approach to Umami.
Apa jenis sushi favoritmu? Apakah kamu tipe orang yang suka Salmon berminyak atau Tuna yang klasik? Bagikan pengalaman makan sushi terbaikmu di kolom komentar!

0 Comments
Hi, everyone. Please let me know if you have any comment regarding to the articles, reviews or just suggestion regarding to this site~♥