
Jepang bukan hanya tentang kecanggihan teknologi atau keindahan bunga Sakura yang bermekaran di musim semi. Salah satu jiwa dari Negeri Sakura terletak pada Matsuri atau festival tradisional. Matsuri bukan sekadar perayaan meriah; ia adalah jembatan yang menghubungkan masyarakat modern dengan akar spiritualitas Shinto dan sejarah leluhur mereka.
Di antara ribuan Matsuri yang diadakan di seantero Jepang setiap tahunnya, terdapat tiga festival yang menyandang gelar Nihon San-dai Matsuri atau Tiga Festival Terbesar di Jepang. Ketiga festival ini—Gion Matsuri di Kyoto, Tenjin Matsuri di Osaka, dan Kanda Matsuri di Tokyo—menawarkan skala kemegahan, sejarah, dan energi yang luar biasa. Jika Anda merencanakan perjalanan ke Jepang, pastikan salah satu dari festival ini ada dalam rencana perjalanan Anda.
Mari kita bedah secara mendalam apa yang membuat ketiga Matsuri ini begitu istimewa dan mengapa Anda wajib mengunjunginya setidaknya sekali seumur hidup.
1. Gion Matsuri (Kyoto): Kemegahan Klasik di Kota Seribu Kuil
Gion Matsuri mungkin adalah festival paling terkenal di seluruh Jepang. Festival ini berlangsung selama satu bulan penuh di bulan Juli, dengan pusat perayaan di Kuil Yasaka, Kyoto. Meskipun berlangsung sebulan, puncak acaranya terletak pada prosesi kereta hias raksasa yang disebut Yamaboko Junko.
Sejarah dan Filosofi
Gion Matsuri memiliki sejarah yang membentang lebih dari 1.100 tahun, tepatnya dimulai pada tahun 869. Awalnya, festival ini diadakan sebagai ritual keagamaan (gion-eryo) untuk menenangkan dewa-dewa selama wabah penyakit menular yang melanda Kyoto. Masyarakat percaya bahwa dengan mengarak kereta hias yang megah, mereka dapat mengusir roh jahat yang membawa penyakit.
Atraksi Utama: Yamaboko Junko
Daya tarik utama festival ini adalah Yamaboko, kereta hias kayu berukuran raksasa yang dibangun tanpa menggunakan satu paku pun (hanya menggunakan ikatan tali tradisional).
Hoko: Kereta besar yang beratnya bisa mencapai 12 ton dengan tinggi hingga 25 meter. Dibutuhkan puluhan orang untuk menariknya dengan tali tambang besar.
Yama: Kereta yang lebih kecil namun dihiasi dengan permadani indah dan patung tokoh sejarah atau mitologi.
Pada malam sebelum parade utama, yang dikenal sebagai Yoiyama, jalanan di pusat kota Kyoto ditutup untuk kendaraan. Suasananya berubah menjadi sangat magis: lentera-lentera kertas mulai menyala, musik tradisional Gion-bayashi bergema, dan ribuan orang mengenakan Yukata (kimono musim panas) sambil menikmati jajanan kaki lima.
2. Tenjin Matsuri (Osaka): Perayaan Air dan Api yang Energetik
Jika Kyoto menawarkan kemegahan klasik, Osaka menawarkan energi dan kegembiraan yang meluap-luap melalui Tenjin Matsuri. Diadakan setiap tanggal 24 dan 25 Juli, festival ini didedikasikan untuk Sugawara no Michizane, dewa pembelajaran (Tenjin) di Kuil Osaka Tenmangu.
Ritual Unik: Darat dan Air
Tenjin Matsuri unik karena perayaannya dilakukan di dua alam: darat dan air.
Riku-watari (Prosesi Darat): Ribuan orang berpakaian kostum tradisional abad ke-8 hingga ke-12 mengarak kuil portabel (Mikoshi) melalui jalanan Osaka. Anda akan melihat penari singa (Shishimai) dan penabuh drum besar yang membangkitkan semangat.
Funa-watari (Prosesi Air): Saat matahari terbenam, perayaan berpindah ke sungai Okawa. Lebih dari 100 kapal yang dihiasi lampu dan api unggun berlayar menyusuri sungai. Beberapa kapal membawa pemain musik tradisional, sementara yang lain membawa persembahan suci.
Puncak Acara: Hanabi di Tepi Sungai
Malam puncak Tenjin Matsuri ditutup dengan kembang api (Hanabi) yang spektakuler yang menerangi langit malam di atas sungai. Pantulan cahaya kembang api di permukaan air sungai, berpadu dengan cahaya api dari kapal-kapal yang melintas, menciptakan pemandangan yang tak terlupakan. Ini adalah momen di mana semangat Osaka yang ramah dan meriah mencapai puncaknya.
3. Kanda Matsuri (Tokyo): Semangat Edo di Jantung Metropolis
Sebagai representasi dari Tokyo, Kanda Matsuri menawarkan kontras yang menarik antara gedung-gedung pencakar langit modern dan tradisi kuno zaman Edo. Festival ini diadakan di Kuil Kanda Myojin setiap pertengahan Mei, namun perayaan besarnya (Honmatsuri) hanya diadakan pada tahun-tahun ganjil.
Sejarah Kekuasaan Shogun
Kanda Matsuri mulai mendapatkan status penting selama zaman Edo. Shogun Tokugawa Ieyasu sangat menghormati kuil ini karena dianggap membawa keberuntungan dalam pertempuran Sekigahara. Saking istimewanya, prosesi festival ini diizinkan masuk ke dalam lingkungan Istana Edo untuk disaksikan langsung oleh Shogun—sebuah kehormatan yang sangat langka kala itu.
Parade Mikoshi yang Masif
Berbeda dengan Gion yang fokus pada kereta hias, Kanda Matsuri adalah panggung bagi Mikoshi (kuil portabel). Lebih dari 200 Mikoshi dari berbagai lingkungan di sekitar Kanda, Nihonbashi, dan Akihabara diarak menuju Kuil Kanda Myojin.
Suasana di sini sangat padat dan penuh energi. Para pembawa Mikoshi berteriak serempak "Wasshoi! Wasshoi!" untuk menyemangati diri mereka sendiri sambil mengguncangkan kuil portabel tersebut—sebuah aksi yang dipercaya dapat meningkatkan kekuatan dewa di dalamnya.
Tabel Ringkasan Tiga Matsuri Terbesar
| Nama Festival | Kota | Waktu Pelaksanaan | Fokus Utama |
| Gion Matsuri | Kyoto | Sepanjang Juli (Puncak 17 & 24) | Kereta hias raksasa (Yamaboko) |
| Tenjin Matsuri | Osaka | 24 - 25 Juli | Prosesi kapal di sungai & kembang api |
| Kanda Matsuri | Tokyo | Pertengahan Mei (Tahun Ganjil) | Parade Mikoshi & sejarah zaman Edo |
Tips Penting Berkunjung ke Matsuri
Agar pengalaman Anda maksimal dan tetap nyaman, perhatikan hal-hal berikut:
Pesan Akomodasi Jauh-Jauh Hari: Hotel di Kyoto selama Gion Matsuri atau di Osaka saat Tenjin Matsuri biasanya penuh hingga setahun sebelumnya. Pastikan Anda memesan setidaknya 6-8 bulan sebelum keberangkatan.
Kenakan Pakaian yang Nyaman: Musim panas di Jepang sangat panas dan lembap. Gunakan pakaian berbahan tipis atau cobalah menyewa Yukata untuk merasakan sensasi lokal yang autentik.
Hidrasi: Selalu bawa botol air minum. Kerumunan orang dan suhu udara bisa memicu dehidrasi dengan cepat.
Hargai Aturan Lokal: Jangan membuang sampah sembarangan (bawa kantong sampah sendiri karena tempat sampah umum jarang ditemukan). Selain itu, mintalah izin jika ingin memotret peserta festival dari jarak dekat.
Datang Lebih Awal: Untuk mendapatkan spot menonton parade yang bagus, Anda mungkin harus sudah berada di lokasi 2-3 jam sebelum acara dimulai.
Kesimpulan
Menghadiri Matsuri adalah cara terbaik untuk memahami "jantung" masyarakat Jepang. Di tengah modernitas yang melaju cepat, festival-festival ini tetap tegak berdiri sebagai bukti bahwa tradisi dan kebersamaan komunitas masih sangat dijunjung tinggi. Baik itu kemegahan Gion, keceriaan Tenjin, atau semangat Kanda, ketiganya akan memberikan warna yang berbeda pada kenangan perjalanan Anda di Jepang.
Jadi, festival mana yang akan Anda kunjungi pertama kali?
Daftar Referensi / Daftar Pustaka
Japan National Tourism Organization (JNTO). (2025). The Big Three Festivals of Japan.
Kyoto City Tourism Association. (2024). Gion Matsuri: A Guide to the Month-long Celebration.
Osaka Convention & Tourism Bureau. (2024). Tenjin Matsuri: The Festival of Fire and Water.
Kanda Myojin Shrine Official Records. (2023). History and Significance of Kanda Matsuri.
Ashkenazi, M. (1993). Matsuri: Festivals of a Japanese Town. University of Hawaii Press.
Apakah Anda punya pengalaman menarik saat berkunjung ke festival di Jepang? Bagikan ceritamu di kolom komentar agar teman-teman J-Lover lainnya bisa terinspirasi!
0 Comments
Hi, everyone. Please let me know if you have any comment regarding to the articles, reviews or just suggestion regarding to this site~♥