Unik! Jaimens Padukan Kimono Vintage "Hidden Treasure" dengan Gaya Pop Splatoon di Harajuku

Jaimens, desainer grafis Tokyo, berpose di Harajuku mengenakan kimono vintage hijau motif burung dengan tote bag Splatoon 2 x Sanrio.
Terakhir Diperbarui: 8 Januari 2026 | Waktu baca: 5 menit


Harajuku selalu punya cara untuk mengejutkan kita. Di tengah gempuran tren fast fashion, kita sering kali menemukan individu yang memiliki filosofi berpakaian sangat personal. Salah satunya adalah Jaimens, seorang desainer grafis yang berbasis di Tokyo. Setelah sekian lama tidak terlihat di area Harajuku, Jaimens kembali muncul dengan penampilan yang sangat berkarakter: sebuah perpaduan antara sejarah yang ditemukan kembali dan kecintaannya pada budaya pop kontemporer.

Gaya Jaimens kali ini bukan sekadar soal pakaian, melainkan soal keberlanjutan (sustainability) dan keberanian untuk tampil beda tanpa harus selalu membeli barang bermerek baru.

    

1. Kimono Vintage: Dari "Limbah" Menjadi Fashion

Elemen yang paling mencengangkan dari penampilan Jaimens adalah kimono vintage yang ia kenakan. Jaimens mengungkapkan bahwa kimono ini ia temukan di tempat pembuangan (sampah). Di Jepang, sering kali barang-barang vintage berkualitas tinggi dibuang karena pemiliknya tidak lagi membutuhkannya.

Sebagai seorang desainer grafis, Jaimens memiliki mata yang tajam untuk melihat potensi estetika. Kimono bermotif burung dan dedaunan ini memiliki perpaduan warna hijau dan merah yang sangat artistik. Dipadukan dengan obi vintage yang senada, Jaimens membuktikan bahwa fashion kelas atas bisa datang dari mana saja, asalkan kita memiliki kreativitas untuk mengolahnya.

2. Sentuhan Pop Culture: Splatoon 2 x Sanrio

Kontras dengan nuansa tradisional kimononya, Jaimens membawa tote bag Splatoon 2 x Sanrio. Tas ini adalah hasil kolaborasi dua raksasa budaya pop Jepang: gim populer Nintendo dan karakter imut Sanrio.

Elemen ini adalah kunci dari gaya "Harajuku Street Style". Mencampuradukkan sesuatu yang sangat kuno (kimono) dengan sesuatu yang sangat modern dan ceria (playful) menciptakan identitas visual yang unik. Ini menunjukkan bahwa Jaimens adalah sosok yang bangga dengan identitasnya sebagai pecinta gim dan desainer.

3. Aksesori yang Terjangkau namun Chic

Jaimens menunjukkan bahwa gaya tidak harus mahal. Ia melengkapi penampilannya dengan anting dari Forever 21 yang memberikan sentuhan edge, serta Capelli New York flats untuk alas kaki. Pilihan sepatu teplek (flats) memberikan kesan santai namun tetap rapi, sangat cocok untuk mobilitas seorang desainer di Tokyo yang padat.

4. Inspirasi Brand: Anap Girl

Dalam percakapan singkatnya, Jaimens menyebutkan bahwa merek favoritnya saat ini adalah Anap Girl. Merek ini dikenal dengan gayanya yang ceria, penuh warna, dan sangat populer di kalangan anak muda Jepang. Meskipun ia sedang mengenakan kimono vintage, pengaruh Anap Girl terlihat dari pemilihan warna-warna kontras dan cara Jaimens menyusun outfit-nya agar tetap terlihat segar dan tidak "kuno".

Kesimpulan

Penampilan Jaimens adalah pengingat penting bagi para J-Lover bahwa mode adalah tentang cerita. Dengan mengenakan kimono yang ia selamatkan dari pembuangan, Jaimens tidak hanya tampil modis, tetapi juga melakukan aksi nyata dalam sustainable fashion. Keberaniannya memadukan kimono dengan tas Splatoon menjadikannya salah satu ikon street style paling inspiratif di Harajuku tahun ini.


Daftar Referensi / Daftar Acuan

  • Tokyo Fashion. (2021). Vintage Kimono Style in Harajuku: Jaimens Profile.

  • Nintendo Official. (2024). Splatoon 2 x Sanrio Collaboration Merch History.

  • Japan Society of Sustainable Fashion. (2025). The Rise of Mottainai Culture in Tokyo Street Wear.

  • Anap Japan. (2025). Anap Girl: Season Trends and Street Style Influence.

  • Tokyo Graphic Designers Association. (2025). The Aesthetic Influence of Traditional Patterns in Modern Design.


Bagaimana menurutmu tentang pilihan Jaimens yang menyelamatkan kimono vintage dari pembuangan? Apakah kamu juga suka memadukan pakaian tradisional dengan aksesori gim atau anime? Ceritakan pendapatmu di kolom komentar!

Post a Comment

0 Comments