
ika ada satu judul drama Jepang yang mampu menyatukan seluruh pecinta dorama dalam satu perasaan yang sama—sedih yang mendalam—judul itu pastilah 1 Litre no Namida (Satu Liter Air Mata). Ditayangkan pertama kali pada tahun 2005, drama ini bukan sekadar tontonan fiksi, melainkan sebuah memoar perjuangan hidup yang diangkat dari catatan harian nyata seorang gadis bernama Kitou Aya.
Bagi Anda yang sudah menontonnya, judul ini mungkin membangkitkan kenangan akan lagu "Only Human" atau "Konayuki" yang menyayat hati. Namun, bagi Anda yang baru ingin mengenalnya, bersiaplah untuk menyediakan tisu, karena seperti judulnya, drama ini benar-benar akan menguras air mata Anda.
Sinopsis: Ketika Masa Muda Direnggut oleh Takdir
Ikeuchi Aya (diperankan oleh Sawajiri Erika) adalah gadis berusia 15 tahun yang energik dan ceria. Ia tumbuh di keluarga sederhana yang hangat, membantu orang tuanya mengelola toko tahu, dan baru saja diterima di sekolah menengah atas bergengsi. Masa depannya tampak cerah dan penuh warna.
Namun, perlahan-lahan keanehan mulai muncul. Aya sering terjatuh tanpa sebab, cara berjalannya berubah menjadi kaku, dan koordinasi tubuhnya menurun. Setelah melalui pemeriksaan medis, sang ibu, Shioka, mendapati kenyataan pahit: Aya menderita Spinocerebellar Degeneration.
Penyakit ini sangat kejam. Sel-sel saraf di otak kecil (serebelum) mengalami kemunduran secara bertahap. Penderitanya akan kehilangan kemampuan berjalan, berbicara, menulis, hingga makan. Hal yang paling menyakitkan adalah penyakit ini tidak menyerang kecerdasan atau kesadaran penderitanya. Aya sadar sepenuhnya saat tubuhnya perlahan "mengkhianatinya" dan menjadi lumpuh. Drama ini mengikuti perjalanan Aya selama 10 tahun, dari saat diagnosis hingga akhir hayatnya, tentang bagaimana ia tetap berusaha menulis dan tersenyum meski dalam penderitaan.
Detail Produksi dan Pencapaian
Drama ini merupakan salah satu masterpiece dari Fuji TV yang mendapatkan rating tinggi dan pujian kritikus secara global.
Judul Romaji: 1 Litre no Namida
Dikenal Juga Sebagai: One Litre of Tears / A Diary with Tears
Genre: School, Romance, Family, Human Drama
Jaringan Siar: Fuji TV
Jumlah Episode: 11 Episode
Rating Rata-rata: 15.31%
Periode Siar: 11 Oktober 2005 - 20 Desember 2005
Lagu Penutup: Only Human oleh K
Lagu Sisipan: Konayuki dan 3/9 oleh Remioromen
Daftar Pemain Utama dan Karakter
Keberhasilan drama ini tak lepas dari akting brilian para pemainnya yang mampu menghidupkan emosi setiap karakter.
Sawajiri Erika sebagai Ikeuchi Aya (15-20 th): Peran ikonik yang melambungkan namanya. Aktingnya saat bertransformasi dari gadis lincah menjadi penderita lumpuh sangat meyakinkan.
Nishikido Ryo sebagai Asou Haruto (15-20 th): Teman sekelas Aya yang pendiam namun setia menemani Aya hingga akhir. Karakter Haruto sebenarnya diciptakan khusus untuk drama (fiksi) untuk memberikan sisi romansa.
Yakushimaru Hiroko sebagai Ikeuchi Shioka: Ibu Aya yang tangguh dan tidak pernah menyerah mencari cara untuk menyembuhkan atau setidaknya memudahkan hidup putrinya.
Jinnai Takanori sebagai Ikeuchi Mizuo: Ayah Aya yang humoris dan penyayang, pemilik toko tahu yang menjadi pilar keceriaan keluarga.
Narumi Riko sebagai Ikeuchi Ako: Adik Aya yang awalnya pemberontak, namun berubah menjadi sosok yang sangat mendukung kakaknya.
Fujiki Naohito sebagai Mizuno Hiroshi: Dokter yang merawat Aya dan terus memberikan dukungan moral.
Daftar Episode: Perjalanan Menuju Keabadian
Setiap episode dalam drama ini memiliki judul yang merepresentasikan tahapan emosi Aya:
Ep 01: The beginning of my youth (Awal masa mudaku)
Ep 02: 15 years old, sickness that steals up (Usia 15 tahun, penyakit yang mendekat diam-diam)
Ep 03: Why did the illness choose me? (Mengapa penyakit ini memilihku?)
Ep 04: Solitude of two people (Kesendirian dua orang)
Ep 05: A handicapped person's notebook (Buku catatan penyandang disabilitas)
Ep 06: Heartless glances (Tatapan mata yang tak berperasaan)
Ep 07: The place where I am (Tempat di mana aku berada)
Ep 08: 1 litre of tears (1 liter air mata)
Ep 09: I live now (Aku hidup sekarang)
Ep 10: Love letter (Surat cinta)
Ep 11: Faraway, to a place where there are no tears left to cry (Jauh, ke tempat di mana tak ada lagi air mata yang tersisa untuk ditangisi)
Kekuatan Musik (Original Soundtrack)
Salah satu elemen yang membuat 1 Litre no Namida begitu membekas adalah musiknya. Lagu "Only Human" oleh penyanyi K menjadi lagu kebangsaan bagi para penontonnya. Liriknya yang bermakna tentang ketabahan manusia di tengah kesulitan sangat pas dengan tema drama. Selain itu, lagu "Konayuki" dari Remioromen sering muncul di momen-momen emosional yang meningkatkan intensitas kesedihan penonton.
Kontroversi: 1 Litre no Namida vs Buku Harian Nayla
Di Indonesia, drama ini sempat menjadi perbincangan hangat bukan hanya karena kualitasnya, tetapi juga karena munculnya sinetron berjudul "Buku Harian Nayla".
Kemiripan yang Mengejutkan
Banyak penonton, terutama penggemar dorama, menemukan bahwa tema, alur cerita, adegan, bahkan beberapa dialog dalam Buku Harian Nayla memiliki kemiripan yang sangat signifikan dengan 1 Litre no Namida. Hal ini memicu gelombang kritik dan kecaman dari netizen Indonesia di berbagai forum, termasuk Kaskus dan Indowebster kala itu.
Protes dan Kekecewaan
Beberapa penggemar garis keras bahkan melakukan tindakan nyata seperti melaporkan dugaan penjiplakan ini ke pihak Fuji TV di Jepang. Mereka juga membuat artikel dalam bahasa Inggris untuk memberikan informasi kepada audiens global mengenai kemiripan tersebut.
Isu Penghormatan terhadap Kitou Aya
Poin utama yang menjadi perdebatan bukanlah sekadar kemiripan cerita, melainkan rasa hormat terhadap mendiang Kitou Aya. Pihak yang memprotes berargumen bahwa 1 Litre no Namida adalah penghormatan terhadap kehidupan nyata seseorang yang penuh perjuangan. Mengambil cerita tersebut tanpa izin atau tanpa mencantumkan sumber asli (adaptasi resmi) dianggap sebagai tindakan yang tidak menghargai memori Kitou Aya. Meskipun ada penonton yang menikmati sinetron tersebut sebagai hiburan semata, isu orisinalitas ini tetap menjadi noda dalam sejarah penyiaran drama di tanah air.
Kesimpulan: Warisan Semangat Kitou Aya
Terlepas dari segala kontroversi yang ada, 1 Litre no Namida tetap berdiri tegak sebagai karya seni yang menginspirasi jutaan orang. Pesan yang ingin disampaikan Kitou Aya melalui buku hariannya sangat jelas: "Hanya dengan hidup, manusia sudah memiliki nilai yang luar biasa."
Bagi Anda yang sedang merasa lelah dengan hidup, menonton kembali perjuangan Aya mungkin akan memberikan perspektif baru. Bahwa setiap tarikan napas dan kemampuan untuk berjalan adalah anugerah yang sering kita lupakan.
Daftar Referensi / Daftar Pustaka
Fuji TV Japan. (2005). 1 Litre no Namida Official Website & Archives.
DramaWiki. (2024). 1 Litre no Namida Details & Ratings.
Buditannaga Blog. (2008). Introduction to Kito Aya and Her Diary.
Kaskus Archive. (2010). Thread Discussion: Kontroversi Buku Harian Nayla dan 1 Litre of Tears.
Indowebster Forum. (2009). Soundtrack Collection 1 Litre of Tears.
Kitou, Aya. (1986). 1 Litre no Namida (Buku Harian Asli).
Apakah Anda punya kenangan khusus saat menonton drama ini? Atau Anda termasuk salah satu orang yang ikut memprotes saat versi sinetronnya muncul? Tuliskan ceritamu di kolom komentar ya!
0 Comments
Hi, everyone. Please let me know if you have any comment regarding to the articles, reviews or just suggestion regarding to this site~♥